INI-KLIK.ID - Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan pentingnya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang efektif di seluruh perangkat daerah. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya preventif untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikan Andy saat membuka Workshop SPIP Terintegrasi dan Coaching Clinic yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Gammara Hotel, Makassar, Jumat (17/7).
Andy meminta agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan mampu memberikan output nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi seluruh OPD untuk menyamakan persepsi terkait penyelenggaraan SPIP, sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaannya,” ujar Andy.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP.
Dalam arahannya, Sekda Gowa menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pimpinan perangkat daerah. Ia meminta para kepala OPD dan camat memberikan dukungan penuh kepada para asesor SPIP di instansi masing-masing.
“Jika pimpinan OPD tidak aktif mendorong asesornya, upaya pembinaan dari Inspektorat akan sulit berjalan. Komitmen pimpinan sangat menentukan keberhasilan implementasi SPIP,” tegasnya.
Andy memaparkan empat poin utama yang perlu diperhatikan seluruh perangkat daerah:
Sistem, Bukan Administrasi: SPIP harus dipahami sebagai sistem tata kelola pemerintahan, bukan sekadar penumpukan dokumen.
Optimalisasi 5 Unsur: Mengoptimalkan lima unsur SPIP, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
Evaluasi Berkala: Inspektorat Daerah akan menilai implementasi SPIP mulai triwulan ketiga tahun 2026.
Tindak Lanjut Pembinaan: OPD yang masih berada di kategori rintisan akan dipanggil bersama kepala daerah untuk dievaluasi dan dibina lebih lanjut.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh asesor Pemkab Gowa, asesor tiap SKPD, asesor Kecamatan Somba Opu dan Pattallassang, serta Tim SPIP.
Syahrul menjelaskan, workshop bertujuan meningkatkan kompetensi dan menyamakan persepsi para asesor dalam melakukan penilaian mandiri maturitas SPIP.
“Kegiatan ini digelar untuk menjaga kualitas penilaian mandiri SPIP Kabupaten Gowa tahun 2026 agar tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.




