Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Takalar tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara gerakan mahasiswa dan lembaga legislatif dalam mengawal kebijakan publik serta pembangunan daerah.
Dalam audiensi itu, Ketua Terpilih PC PMII Takalar, Ahmad Nyonri, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra kritis sekaligus solutif bagi DPRD.
Menurutnya, peran mahasiswa tidak hanya sebatas menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan solusi konstruktif demi memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Ia menekankan, fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Takalar.
“Kami ingin PMII hadir sebagai mitra kritis yang tetap mengedepankan gagasan konstruktif. Mahasiswa harus mampu memberikan masukan berbasis kajian agar kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat,” demikian substansi komitmen yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Takalar, H. Muh. Rijal, menyambut baik inisiatif PC PMII. Ia mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial dan pembangunan daerah.
DPRD Takalar, kata dia, terbuka terhadap masukan, kritik, maupun hasil kajian akademis dari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari partisipasi publik dalam mengoptimalkan fungsi pengawasan pembangunan.
Keterlibatan mahasiswa dinilai penting untuk memperkaya perspektif dalam pembahasan berbagai persoalan daerah, sekaligus mendorong terciptanya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dukungan terhadap peran mahasiswa juga disampaikan anggota DPRD Takalar yang merupakan alumni PMII, Ichsan Ariansyah Muchtar.
Ia mendorong jajaran pengurus PC PMII Takalar untuk terus menjaga tradisi intelektual dan karakter kritis organisasi. Selain itu, kader PMII diharapkan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, serta aktif membangun komunikasi produktif dengan para pemangku kepentingan.
Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk membangun ruang diskusi secara berkala antara PC PMII Takalar dan DPRD Takalar.
Forum lanjutan itu diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, penyampaian aspirasi, serta pembahasan isu-isu strategis daerah secara lebih mendalam.
Melalui kolaborasi tersebut, PC PMII Takalar berharap dapat mengambil peran lebih aktif dalam mengawal kebijakan publik dan mendorong pembangunan Kabupaten Takalar yang lebih baik.



